Lionel Messi mencetak gol ke-300 dan 301-nya untuk
membantu Barcelona bangkit dari ketertinggalan dalam lanjutan Liga
Spanyol pekan ke-24. Bermain di depan publik Granada yang demikian
antusias mendukung tim Andalusia Timur, pasukan Jordi Roura menciptakan
hasil pertandingan Granada vs Barcelona skor 1-2. Dua gol yang dibukukan Messi,
tidak hanya membukukan hasil Liga Spanyol yang fantastis untuk Barca
(kemenangan ke-21), tetapi juga membuatnya telah menciptakan 37 gol
khusus di La Liga saja.
Bertandang ke Los Carmenes, Jordi Roura melakukan rotasi pemain.
Alexis Sanchez lagi-lagi mendapatkan jatah tampil sebagai starter.
Sementara lini tengah diisi
trio Sergio Busquets, Cesc Fabregas-Thiago Alcantara. Granada, yang
dalam lima laga terakhir meraup kemenangan, mengandalkan seorang Odion
Ighalo sendirian di depan, dibantu tiga gelandang serang Gabriel Torje,
Carlos Aranda, dan Nolito.
“Jika kami bisa mengalahkan Los Blancos (Real Madrid), mengapa tak bisa mengalahkan
Barcelona?”
demikian yang disampaikan gelandang Mikel Rico sehari sebelum
bertanding.Dan yang terjadi dalam 45 menit pertama, adalah pembuktian
ucapan Rico. Barcelona, seperti biasa, unggul dalam ball possessions.
Bahkan, pada satu titik, penguasaan bola mereka mencapai 80%. Namun,
kesepian melanda para penyerang Barca. Mereka memang mengancam Tono
dengan beberapa percobaan. Namun, tidak ada yang terlalu berarti,
kecuali tembakan jarak dekat
Lionel Messi di menit 38.
Kekurangan peluru yang dialami prajurit Catalan, dimanfaatkan dengan
baik oleh Granada yang terlihat lebih tertata. Dan hasilnya, adalah gol Odion Ighalo
pada menit 26. Sebuah kejutan yang sukar dipercaya. Sebuah umpan silang
dari sisi kiri pertahanan Barcelona, diakhiri dengan umpan datar Nolito
kepada Ighalo. Tak menyiakan peluang, penyerang asal Nigeria menjebol
gawang Victor Valdes dari jarak dekat.
Tertinggal 1-0 dan tampil tak meyakinkan, Barca berusaha berubah di
babak kedua. Hasilnya adalah, sebuah gol dari siapa lagi kalau bukan Lionel Messi.
Tembakan Thiago Alcantara memang bisa diblok oleh Tono. Tapi bola
mengalir pada King Leo yang mencetak gol ke-300-nya untuk Barca di menit
49. Kejelian Jordi Roura untuk mengembalikan posisi Messi sebagai
tumpuan mencetak gol alih-alih playmaker di babak pertama, adalah
kuncinya.
Pedro Rodriguez nyaris dua kali membawa Barca membalikkan keadaan.
Yang pertama, adalah tendangannya yang masih membentur tiang gawang di
menit 66. Dan selang dua menit, Pedrito bisa membobol gawang Tono.
Namun, gol ini tidak disahkan wasit karena hakim garis mengangkat
bendera off side terlebih dahulu.
Ketelatenan Barcelona dalam mencetak gol akhirnya terjawab sudah.
Menit 73, sebuah tendangan bebas dari posisi sangat ideal, didapatkan.
Dan Lionel Messi melepaskan tembakan geledek yang tak
bisa dibendung oleh Tono. Keadaan berbalik. Dan inilah gol ke-37 Messi
di La Liga musim ini.
Granada berusaha membobmardir pertahanan Barcelona, terutama memasuki
menit 90. Namun, segalanya sudah terkunci. Barca menang 1-2, terus
melaju di Liga Spanyol, dan sekali lagi King Leo membuktikan
ketajamannya. Bagaikan sebuah cerita yang diputar berulang-ulang, tapi
kita tak pernah bosan mendengarnya.
Granada (4-2-3-1):Tono; Nyom, Inigo Lopez, Mainz,
Siqueira; Recio, Rico; Torje (Yacine Brahimi ’77), Aranda (Youssef El
Arabi ’58), Nolito ( Diego Buonanotte ’73); Ighalo
Barcelona (4-3-3): Valdes; Alves, Pique, Mascherano, Adriano (Alba ’38); Thiago, Busquets, Cesc; Alexis (Tello ’58), Messi, Pedro (Iniesta ’72)